SUMBANGAN
UNTUK
ILMU BAHASA, NEGARA DAN BANGSA-BANGSA
DARI
HINDIA BELANDA
DITERBITKAN OLEH
LEMBAGA KERAJAAN UNTUK ILMU BAHASA, NEGARA DAN
BANGSA-BANGSA HINDIA BELANDA
————————-
RANGKAIAN KETUJUH – BAGIAN KEDUA
(BAGIAN LVI DARI SELURUH RANGKAIAN)
‘S-GRAVENHAGE,
M A R T I N U S N I J H O F,
1904
DAFTAR KATA-KATA SIMALOER
Oleh
L.C. WESTENENK
Yang disebut sebagai ejaan Snounek telah saya ikuti.
Beberapa keterangan diperlukan untuk penglafalan dari “f” dan “ch”. Bunyi “f” paling baik dilafal dengan membentuk bibir seperti mau mengucapkan “p”, tetapi dengan membukanya sedikit untuk mengatakan “ve”; dalam beberapa kata saya mendengar “f” sebagai “ve”, akan tetapi sering kali sebagaimana disebutkan diatas; “ch” diucapkan sebagai kata “g” dalam bahasa Belanda.
Tuan Netscher mengatakan bahwa bahasa ini adalah campuran dari Aceh dan Melayu; Tuan Van Langen menyebutnya “mungkin suatu dialek dari Nias, dimana terdapat banyak kata-kata Melayu”.
Waktu saya kurang untuk melakukan penelitian bahasa ini dan saya hanya mampu menyusun suatu daftar kata-kata yang saya dengar dari penduduk disana. Saya harap bahwa ini akan menjadi petunjuk bagi ahli-ahli bahasa untuk menetapkan asal-usul dari bahasa ini.
Tentang “gabungan” dari beberapa bahasa, ini tidak mungkin; jika begitu masalahnya, maka bahasa ini sudah lama telah berkembang. Tetapi ditemukan kata-kata Melayu, Minangkabau, Aceh dan Nias dalam bahasa ini — tetapi juga kata-kata Belanda, karena kata “hoeveel” dalam bahasa Simaloer adalah “(h)oefel”!
Faktanya bahwa didaerah Utara pulau ini dapat menggunakan bahasa Nias daripada ditempat lain, disebabkan oleh penduduk Nias dari pulau mengapung Daoeh Batoe.
Berbagai penduduk pulau, yang diajak bicara oleh pembantu saya, seorang Nias, tidak memahami dia.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa orang-orang Simaloer termasuk suku Gajo, tetapi mereka tidak tahu bahasa Gajo. Akan tetapi banyak yang mengerti dan berbicara bahasa Minangkabau dan Aceh disebabkan pergaulan mereka dengan pedagang dari Pantai barat Sumatera dan dari Aceh, dan karena pengenalan bahasa Minangkabau, maka banyak kepala desa mengerti bahasa Melayu biasa.
BAHASA SIMALOER
Rambut (umum) bo
Kuping oejo
Mata, rambut mata, bo mata
Hidung ihong
Kulit bibi
Alis songot
Pipi asang
Janggut djanggoei
Kumis soesoemoei
Mulut babah
Lidah dilah
Gigi eshen
Gigi geraham graham
Leher lenggel
Bahu alifalang
Selangkang bahu so dajong
Ketiak pah
Dada arob
Lengan kanan, – tangan kao anawan
Lengan kira, – tangan kao ibilang
Jantung tangan soerat kao
Jari ana kao
Ibu jari alahbing kao
Telunjuk itoetoeroh
Jari tengah djari manih
Jari manis djari malang
Cincin setjem
Kelingking ana kao
Kuku tenam
Pergelangan tangan pasandian kao
Iga so (= tulang) loeso
Sisi loeso
Pinggang aling-aling
Perut bisil
Pusar oecheu
Pantat lamang
Kelamin lelaki koelob
Kemaluan wanita tie
Paha achai
Lutut bochol
Betis bitis, bitih
Tulang kering doelo
Kaki kaench
Pergelangan kaki pasandian kaench
Jari-jari kaki ana kaench
Manusia ata
Laki-laki silai
Perempuan silavai
Ayah ajah
Ibu koema
Anak ana
Saya, kami de oe, di-, oe-
Kamu gio; moe
Dia (laki) de au, inja
Kami itah; ta
Satu, dua, tiga ase, doeo, tigo
Empat, lima, enam ampe, limo, anam
Tujuh, delapan, toedjoh, salapan
Sembilan, sepuluh sambilan, sapoeloh
Sebelas, duabelas sabaleh, doeo baleh
Duapuluh doeo poeloh
½ setengah
¼ bagi ampe
hari balal
malam malam
pagi sekali melafen lafen
siang hari techel falal
sore atelo telo falal
senja sandjo
malam hari malam
hujan ol
geluduk bobo
kilat kile
angin angin
karbau kabau
sapi djawi
domba babiri
kambing kabeng
bebek itie
ayam mano
ikan nai
monyet karo
burung boerong
merpati beregam
burung kakak tua poenai
ular sawah
babi eudeung
tanduk tando
buntut ioe
rumah loemah
membangun rumah mamajoeh loemah
kampung hampong
tangga tongga
papan ahanehan
atap taloh
ring atap indring
kandang kandang
garam asilah
padi achai
nasi lajab
lauk-pauk goelai Koeleh
memasak nasi manoekal
daging isi
tembakau bachong
kapur aol
sirih ifan
uang kepeng
celana saloentjong
baju badoeh (ba’doeh)
kancing boh badoeh
tali perut beuretan
cincin setjem
kain enen
kapak baliong
pacul pangkoer
senapan bedil
peluru ana bedil
mesiu ofat
menembak manemba
parang kalobang
gergaji gergadji
paku basa
pohon kelapa awa bonol
kelapa (buah) boh bonol
daun kelapa boelong bonol
air kelapa da bonol
daging kelapa isi bonol
tempurung lalar
kopra (Melayu karambie tjoekie == kelapa kupas) oe-oen
pinang boni
pisang kaol
durian entoerian
kayu, pohon ajoe-ajoe
akar pohon olor
batang pohon awa ajoe-ajoe
pucuk pohon oejoet
rotan oeai
getah oeloet
rumput balihi
alang-alang ilalang
kladi, ubi, kacang kaladi, oebi, katjang
menanam menanem
menebang mangelo
menebas manabaih
sawah inafa
lading, kebon lading
luka, hutan dolan
papan ahanehan
bakau bangka
kayu bakar anwin
kayu ebbe kajoe arang
atap taloh
jenis bamboo boeloh sarih, apum oe doerih
== aoer doeri)
jalan dalan
gunung delu
sungai loean
pulau oelan
teluk loegoe
pantai alas
laut lor
air oewi
air asin oewi lasin
air panas oewi siauai
Lumpur simadali
Lubang lebang
Kubangan kerbau koebangan
Tepi, tepi air eteng oewi
Tepi kali eteng loean
Jembatan titi
Kayu ajoe-ajoe
Api ahoj
Batu batoe
Besi besi
Perahu, biduk bilo
Jalur djalur
Layar laie
Jangkar, tali jangkar saoeh, tali saoeh
Dayung panjang solan
Mendayung dengan dayung panjang mantjolan
Dayung pendek aloecha
Mendayung malaloecha
Kemudi amboerih
Haluan depan haloean
Mandi loemo
Mengikat malaot
Minum manginom
Makan mangan
Pergi, jalan mai
Berjalan kaki coh
Naik keatas neureni deta
Memanjat ano
Memanjat pohon kelapa mangane bonol
Memasak, masak toera
Memasak nasi manoekal
Datang pesang
Dapat, diizinkan dai
Membaca unangadji
Boleh dai
Ambil abo
Bangun afajoe
Mengetam mengatam
Menulis manoerat
Memukul to
Tidur meuren
Berdiri (ai)den oh
Jatuh oa
Menjual afau
Memancing mantoj
Mencuci manasai
Mencuci kain manasai enen
Duduk toemata en
Berenang loemangoj
Adalah nga
Sakit akos
menyakitkan akos
pedis akih
panas balai
dingin marepan
berdekatan akeman
tua matoeang
seorang tua simatoeatoeah
muda mangoerahai
seorang muda mangoerangoerah
tua daneng
besar alefoh
pohon besar tua ajoe-ajoe sebel
kecil ito
jauh aran
dekat aken
panjang atarih
pendek abiten
tinggi atai
rendah ateloh
datar maralang
dalam afecha
dangkal ofofau
luas, lebar afela
sempit sampi
terang mesawah
gelap ma’nem
banyak afal
sedikit hehe of ehe
cukup nefi
belum cukup badoeai nefi
sudah, telah ngang
belum bachai
sudah selesai ngang matoeai
bukan te en
tidak ba’eureuh
ya diseh
semua masare
berapa hoefel
dimana? Omai
darimana? Taineh
apa arajah
namanya apa arachachan
Disini banyak kayu Ajoe-ajoe afal ereh
atau afal ajoe-ajoe aerah
Kita kemana? Omai itah
Kalau kita sudah makan kita akan pergi Ngang matoeai
mangan, maing itah
Apakah disini ada kelapa? Nga fonol ereh?
Tidak Ba’ eureuh
Boleh saya bawa kelapa ini? Dai oe-abe bonol ereh?
Anda boleh membawanya Dai moe-abe
Dapat saya makan itu? Dai di-an ich?
Dapat dimakan Dai moe-an
Boleh saya makan durian itu? Dai di-an entoerian ich?
Ya, boleh Dai
Sudah makan nasi? Ngang goe-an mantoeai
mangan lajab?
Anda menjual kerbau ini? Moe-ang afan kabau ereh?
Tidak, saya tidak menjualnya Ba’do-ang afan
Setelah makan,
kita menjual kerbau ini Nga fa’ itah mangan,
ta-ngafan kabau ereh.
Boleh saya berenang disini? Dai-oe loemangoj e-I?
Darimana papan-papan itu? Tainoh moe-abe ahanehan?
Dari hutan Teba dotan
Itu dia sudah datang Nga inja pesang
Masih seberapa jauh? Hoefel rau, neh?
Masih jauh Arau wai
Berapa ini? Hoefel feleneh?
Kemana jalan ini? Omai ralan ereh?
Disini ada banyak ikan Afal anai ereh
Kamu dari mana (datang)? Tainoh pesang
Apa disini ada babi? Nga endeung e ereh?
Tidak Ba’eureuh.
Diterjemahkan dari bahasa Belanda ke
dalam bahasa Indonesia oleh Jefta Samuel,
Penerjemah resmi dan dibawah sumpah.
Jakarta, 23 September 2003